Showing posts with label Coretan. Show all posts
Showing posts with label Coretan. Show all posts

Kosong

Tak ku miliki lagi rindu itu, pergi bersama detak waktu
Kanvas hati pun memucat, tanpa semburat pelangi
Telah pula meringkuk sendu di bawah suhu nol derajat

Belati kisah yang kemarin masih menyisakan luka
Tak hendak ku bergegas tuk membuka lembaran
Ingin ku bebaskan dulu diri dari sebentuk rasa

Pengembaraanku belum sampai ke titik akhir
Pertautan itu hanya persinggahan sesaat
Bukan cinta sejatiku

Hai, lelaki terakhirku
Di belahan bumi mana engkau merajut hari
Tidak inginkah kau temui aku?

B ... it's all about a time

B …
Aku sudah sampai disini, seperti harapan kita
Tinggal beberapa jengkal langkah darimu
Tapi tak kutemui sapamu

Meski,
Kita menjejak diatas bumi yang sama
Kita menghirup oksigen dari atmosfir yang sama
Kita terguyur hujan dari langit yang sama

Andai Tuhan memberi satu harinya untuk kita
Aku ingin sampaikan…
Kamu lah yang bantuku berdiri
Kamu lah yang tepiskan dendam
Kamu lah yang ajariku sabar
Kamu lah yang lepaskan rasa takutku

Aku sudah sampai disini, tapi tak seperti harapan kita

Terima kasih B…
Aku akan terus tumbuh
Dengan atau tanpamu
It's all about a time ....

^_^

Luruh

Sketsa mimpi itu masih terpatri
Meski telah abstrak, bias, mengabur
Tak kutemukan lagi keindahan goresannya
Warnanya memucat, memudar
Getaran pun sudah tak seirama dengan nadi
Melemah dan semakin melemah

Aaargh.....
Hendak kuluruhkan saja asa ini
Andai palung hati telah enggan tuk terisi
Biar ku menanti bahagia itu
Entah kapan…



Diam

Beku itu memasung
Mengunci rapat kalbu berbahasa
Enggan ku tuk bertukar aksara

Diam,diam dan diam

Bukan dendam yang membungkam
Bara amarah pun telah padam
Aku damai dalam bisu

Skenario hidup tak pernah salah
Terima, ikuti saja

Andai takdir berbicara
Episode kita akan berulang, entah kapan?
Jika saat itu tak pernah ada
Jejakmu sudah terhapus sempurna

Dari tiada menjadi tiada

Abaikanku, sekiranya menyesakkan



Rapuh

Rapuh buat jiwamu perdu
Gelap mendekapmu mesra
Tersungkur tanpa daya
Merana dan meracau tak berirama

Perih membekap kalbumu erat
Sayatannya memendar ke seluruh kisi
Tak tersisa sekeping pun
Sesak memenuhi rongga

Ambillah setiap detikku
Tuk keluhkan kesahmu
Tautkan jemarimu
Tuk berbagi pedihmu

Ku kan slalu ada
Seiring detak waktu
Andai kau ijinkanku...

Tawa dan Tangis yang Hilang

Teman…
Tlah kau bagi laramu denganku
Beribu-ribu detik yang lalu
Apalah dayaku
Hanya mampu mendengar semua keluhmu

Teman…
Rajutan harimu lesu
Seakan vonis mati tertera atas dirimu
Detak jantungku seiring detakmu
Senyum tawa palsumu datangkan sesakku

Teman…
Pesan terakhirmu menghentak batinku
Simpan isakku di sudut kalbu
Tak mudah hapusmu dari ingatku
Benarkah ini ujungnya?

Teman..
Di titik manapun kau berdiri sekarang
Aku hanya ingin berucap
Setangkup doa tulus untukmu
Ku titipkan jiwamu pada Sang Khalik

*didedikasikan untuk seorang teman dengan kesedihan



Sang Mimpi



Desiran angin berseru lirih, menjamah ruang pendengaran
Hatiku berbisik, meracau dengan aksara tak berupa
Letih bermain manja di seluruh kisi
Namun sebongkah rasa itu masih bergelayut mesra

Sepi...sepi...sepi

Memagut diri, merajam tanpa kendali
Membelenggu tiada peduli
Mengikatku dalam ketidakberdayaan

Setitik khayalku membuncah
Agar terselimuti kelopak tak mampu terpejam ini
Mendekap erat asa dan angan yang sedang tergenggam

Datanglah sang mimpi...

Hati


embunhati.com


Tak terbatas inginku...
Untuk jejalahi hati ini..
Mendengar bisikannya nan lembut..
Merabai stiap kisi..

Ternyata..

Cuma sebuah ruang hampa..
Tapi disitulah aku ada..